Hermina: Mengulas Perkembangan Anak 1 Tahun dan Mulai Belajar Berjalan

  • 2 min read
  • Feb 18, 2020
Perkembangan Anak

Anak akan terus mengalami perkembangan dan pertumbuhan mulai dari bayi hingga berusia 1 tahun. Setiap perkembangan tidak dapat dilewatkan oleh orangtua, terutama ketika memasuki usia 1 tahun. Ketika anak berusia 1 tahun maka terdapat kemampuan yang sudah mulai kelihatan seperti mempelajari hal baru dan mengucapkan sesuatu walaupun masih belum jelas. Perkembangan 1 tahun ditandai dengan kemampuan berkomunikasi, bergerak, kognitif, bersosialisasi dan perkembangan emosi. Saat memasuki usia 1 tahun maka dapat berkonsultasi di Hermina.

Perkembangan anak 1 tahun ditandai dengan respon bayi ketika orangtua sebaiknya orangtua tidak terkejut ketika anak mulai lebih impulsif sehingga anak mudah memberantakkan mainan. Kenalkan pada anak untuk melempar, memukul, mendorong sehingga anak akan memahami dengan mudah. Secara emosional anak akan berkembang akan menangis ketika di tinggal ayah maupun ibu, merasa gugup ketika memiliki kenalan baru, memiliki kedekatan dengan ibu maupun ayah, mendapatkan perhatian sehingga anak akan mengulangi kegiatan atau tindakan orangtua, dalam menghadapi sesuatu anak usia 1 tahun cenderung takut terhadap hal sesuatu dan orangtua harus memahami hal ini, anak sudah dapat bermain cilukba, dan anak dapat mengeluarkan kaki maupun tangan yang dipakai celana maupun baju.

Berikut adalah beberapa cara mengajari anak berjalan diantaranya:

  • Genggam tangan anak kecil ketika berjalan ketika menitah sehingga akan membuat anak dapat memperoleh dukungan untuk berjalan dengan posisi agak tinggi sehingga tubuhnya tegak, sebaiknya mama tidak mengangkat tangan maupun badan hingga kaki tidak menapak penuh dilantai.
  • Sebaiknya memiliki gerak jalan dan pastikan tidak menggunakan sapu dan tidak berjalan diatas rumput berbahaya, jika udara dingin maka dapat menggunakan kaus kaki tetapi jangan menggunakan kesat maupun karet yang tergelincir. Bertelanjang kaki akan membantu pembentukan otot kaki dan pergelangan kaki sehingga bayi akan belajar keseimbangan dan koordinasi, jika hendak berpergian maka gunakan sepatu yang fleksibel dan ringan, hindari sepatu leher tinggi demi gaya.

Selain itu, cara anak berjalan dengan mengajak latihan sebayanya untuk berjalan sehingga akan membantu bayi saling mencontohkan dan jika mulai melangkah beri pujian. Anak bayi akan semangat melakukan dan membuat anak berkompetisi kecil bagi anak dan anak akan meniru temannya untuk dapat belajar berjalan. Dapat memberikan bantuan mainan dorongan yang membuat anak tumpuan seperti mainan mobil dorong, sepeda maupun motor mainan. Jika sudah mulai pandai maka berikan mainan dorong yang memiliki bobot sehingga anak tidak tergelincir. Ibu juga dapat mengajak anak untuk berenang dengan memberikan pelatihan sejak bayi sehingga anak dapat kuat untuk berjalan.

Berikut adalah penyebab anak terlambat berjalan diantaranya:

  • Keterampilan motorik yang melemah sehingga anak membutuhkan waktu untuk berkembang dan tidak perlu bingung karena setiap anak memiliki tahapan.
  • Kemampuan jalan dan kemampuan untuk belajar duduk menjadi terlambat karena memiliki struktur tubuh dari anak lainnya seperti kelainan tonus otot.
  • Adanya bawaan bayi dimana anak belum merasa perlu untuk dapat berjalan sendiri dan masih ingin duduk atau santai.

Jika bayi tenggelam maka sebaiknya tidak meninggalkannya sendiri dan sebaiknya memberikan pengaman untuk anak dan kosongkan ember maupun bathub setelah digunakan. Jika anak berjalan maka untuk stop kontak maka dengan cara mencegah pasang sakelar untuk pengaman dan sebisa mungkin menjauhkan peralatan listrik dan rapikan kabel dengan tidak membiarkannya tertarik. Untuk konsultasi perkembangan berjalan anak dapat mengunjungi Hermina.